Bisa Begitu?

Aku sedang mengobrol dengan seorang teman lelaki di sudut sekolah (menengah atas) ketika teman perempuan kami lewat. Kami bertiga berteman sejak SLTP. Biarpun satu SMA, kami jarang sekali bertemu, hingga pertemuan yang kebetulan itu kami sempatkan mengobrol berapa jenak. Hanya ngorbrol biasa sampai teman laki-lakiku bilang, “Kamu dari dulu sampai SMA telatan terus,” tudingnya ke teman perempuan kami.

Pagiiiii!!!!!

Ternyata aku terlalu menyempitkan diriku secara membabi buta. Hingga ku kira malam hanya kondisi di saat tidak ada matahari yang menyinari bumi, sejuk hanya urusan dingin yang menyentuh kulit, hingga yang paling ngawur, adzab adalah kondisi ketika kita lapar, tak punya uang, ditolak sana-sini, dlsb.

Jasa Orang-Orang Bandel

Pada 1998 , Bank Indonesia (BI) menafsir semboyan pendidikan nasional meski agak wagu. BI mengeluarkan uang edisi pendidikan bernominal...